Hukuman Samir Nasri Bertambah, Buntut Skandal Doping

Hukuman Samir Nasri Bertambah, Buntut Skandal Doping

Hukuman larangan bermain bagi Samir Nasri akibat kasus doping telah bertambah dari enam bulan menjadi 18 bulan, setelah banding yang diajukannya ditolak.

UEFA awalnya memberinya skorsing enam bulan pada Februari lalu, setelah ia mendapat perawatan di sebuah klinik di Los Angeles dan dinyatakan melanggar aturan Badan Anti-Doping Dunia.

Mantan gelandang Arsenal dan Manchester City itu kemudian ajukan banding atas larangan bermain tersebut, tapi inspektur Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA berpendapat bahwa hukuman pertamanya itu sebenarnya tidak cukup dan putuskan untuk memperpanjangnya selama setahun.

Larangan ini secara resmi berlaku mundur mulai 1 Juli 2017, meskipun ada fakta bahwa Samir Nasri sudah bermain sejak saat itu dan tampil dalam delapan pertandingan tim Turki, Antalyaspor.

Sebuah pernyataan dari UEFA mengatakan, “Keputusan Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA 22 Februari 2018 diubah sebagai berikut:

1. Pemain Samir Nasri diskors selama delapan belas (18) bulan, mulai berlaku pada 1 Juli 2017.

2. Pemain Samir Nasri diizinkan kembali ke pelatihan klub sepakbola mulai 1 November 2018.

Kisah Nasri menerima perawatan medis di Los Angeles terkuak melalui media sosial pada Desember 2016, ketika klinik ‘Drip Doctors’ menerbitkan foto-foto Nasri bersama seorang perawat yang bekerja di klinik tersebut.

Nasri yang berstatus bebas agen dapat kembali berlatih dengan klub manapun pada November tahun lalu, tapi tak mungkin akan ada klub elit Eropa yang menginginkan jasanya. Banyak orang akan menduga, kembali ke Turki lebih mungkin daripada kembali ke Inggris.

Nasri menerima perawatan pada Desember 2016 saat liburan. Pada saat itu, mantan pemain internasional Prancis itu bermain untuk Sevilla dengan status pinjaman dari Manchester City.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply