Pelatih PSM Kembali Sindir Keputusan Komdis PSSI

Pelatih PSM Kembali Sindir Keputusan Komdis PSSI

Setelah sempat berpuasa komentar soal sepakbola Indonesia, pelatih PSM Makassar kembali menyindir sejumlah keputusan komisi disiplin (Komdis) PSSI yang dinilainya membingungkan.

Robert merujuk hukuman yang menimpa dua asistennya, Imran Amirullah dan Syamsuddin Batola yang tidak boleh berada di area pertandingan dan kamar ganti pemain saat PSM bertanding. Imran dan Syamsuddin dinilai oleh Komdis PSSI melakukan protes berlebihan saat PSM dijamu Arema FC (13/5/2018).

“Padahal saat PSM menjamu Borneo FC (19/5/2018), kejadiannya hampir sama. Tapi, tidak ada offisial Borneo yang mendapat sanksi serupa dengan dua asisten saya. Silakan media menilai, apakah ini fair?” tegas Robert kepada awak media Makassar usai latihan rutin PSM di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, Sabtu (26/5/2018).

Robert sadar, kritik yang dia lontarkan bisa berdampak tidak baik buat dirinya. “Bisa saja saya mendapat sanksi karena kritik ini. Padahal, tujuan saya adalah ingin melihat sepakbola Indonesia lebih baik,” tutur Robert.

Robert menyindir Joko Driyono, pelaksana tugas Ketua Umum PSSI yang dinilainya ‘lupa’ dengan pernyataan sendiri.”Saya pernah dengar Joko Driyono bilang semua klub wajib bermain di Serui. Faktanya, Perseru sudah menjamu Barito Putera di Malang,” ungkap Robert.

Robert kembali berharap PSSI dan operator mengelola liga dengan jujur. “Seharusnya segala keputusan itu berpatokan pada aturan yang disepakati bersama,” terang Robert.

Soal kalah atau menang dalam sepak bola, lanjut Robert, adalah hal yang normal di sepak bola. “Contohnya saya menerima kekalahan dari Persib, karena memang pantas kalah. Dan kami tidak melakukan hal yang heboh di Bandung,” pungkas Robert Alberts.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply