Setelah 3 Dekade FIFA Cabut Larangan Kompetisi di Irak

Setelah 3 Dekade FIFA Cabut Larangan Kompetisi di Irak

Para penggemar sepakbola di Irak sedang rayakan pencabutan larangan menyelenggarakan pertandingan dan kompetisi internasional yang telah diterapkan FIFA kepada negara itu selama tiga dekade.

Pekan ini, Irak jadi tuan rumah sebuah turnamen persahabatan melawan Timnas Suriah dan Timnas Qatar. Pertandingan pertama pertemukan Timnas Irak dan Qatar di selatan kota Basra, yang berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan tim tamu.

Untuk pertama kalinya sejak invasi Irak ke Kuwait tahun 1990 lalu, tiga kota di Irak yakni Basra, Karbala dan Erbil – dianggap sebagai kota yang paling aman di negara itu. Ketiga kota itupun diizinkan menjadi tuan rumah pertandingan internasional.

“Kami ijinkan pertandingan internasional digelar di kota Erbil, Basra dan Karbala,” tandas Presiden FIFA, Gianni Infantino, pekan lalu.

Menanggapi keputusan FIFA itu, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan, pencabutan larangan pertandingan dann kompetisi internasional yang sudah berlaku selama tiga dekade di Irak, menjadi ‘hasil dari stabilitas, keamanan dan keberhasilan yang dicapai Irak di semua bidang’.

Sayangnya ibukota Irak, Baghdad, tidak termasuk sebagai salah satu kota yang dicabut sanksinya. FIFA menganggap, Baghdad masih belum aman karena masih jadi sasaran serangan para militan.

Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) tentunya menyambut keputusan FIFA dalam mencabut larangan tersebut. “Ini momen penting dalam membentuk masa depan sepakbola di Irak” demikian pernyataan resmi AFC.

“AFC, dan keluarga sepakbola Asia secara keseluruhan, telah mendukung kembalinya sepakbola kompetitif di Irak,” lanjut pernyataan tersebut. Larangan itu untuk sementara sempat dicabut pada tahun 2012 lalu, ketika Erbil menjadi tuan rumah pertandingan Irak kontra Yordania. Namun, sanksi itu kembali diterapkan FIFA di kota tersebut, karena pemerintah setempat dinilai gagal.

Meski demikian, pada Februari lalu, setelah mendapat ijin dari FIFA, Irak telah menjadi penyelenggara sebuah laga persahabatan melawan Saudi Arabia di Basra. Laga itu bahkan berakhir dengan kemenangan tuan rumah Irak, 4-1, dan itu menjadi pertandingan kandang pertama melawan negara tetangga, Saudi Arabia, dalam empat dekade terakhir.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply