Pogba Harus Hentikan Gaya ‘Anak Sekolahan’

Pogba Harus Hentikan Gaya ‘Anak Sekolahan’

Bintang Manchester United, Paul Pogba, harus melepaskan gaya ‘anak sekolahan’ jika dia ingin menjadi maestro lini tengah Old Trafford. Hal itu disampaikan oleh mantan manajer Liverpool, Graeme Souness.

Pogba telah menorehkan 3 gol dan 9 assists dalam 16 pertandingan di Liga Premier Inggris musim ini. Catatan itu merupakan prestasi yang mengesankan untuk seorang gelandang tengah. Tapi Souness yakin bahwa ini adalah aspek defensif dari permainannya, dan Pogba masih membutuhkan pengaturan yang lebih tepat.

“Bagi Mourinho dan United, ini tentang menemukan posisi yang akurat untuknya, tapi dia bukan playmaker,” ujar Souness.

“Jika Anda mencari gelandang tengah yang menyadari bahaya, mengisi ruang dan tidak hanyut keluar dari posisi yang sebenarnya, dia tidak akan melakukan itu.

“Ketika dia diminta melakukan pekerjaan secara terpusat, dia selamanya menyimpang ke arah touchline dan mencoba meraih bola. Seorang gelandang sentral seharusnya tidak berada di area yang lebih luas dari kotak penalti, kecuali mereka berada di luar sana untuk menghadapi bahaya defensif.

“Bila pihak Anda berada dalam tugas itu, Anda harus selalu berpikir: ‘Jika ini gagal, saya kehabisan permainan.’ Pogba mengosongkan area tengah itu terlalu mudah.

“Dia akan melakukan sesuatu yang pandai di sepertiga terakhir lapangan, tapi akan absen saat pemain bertahannya kesulitan. Dia bermain seperti anak sekolah yang mengejar bola di taman bermain,” kritik Souness.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply