Sempat Emosi Lawan PSIS, Ini Penjelasan Kapten Arema

Sempat Emosi Lawan PSIS, Ini Penjelasan Kapten Arema

Menjabat sebagai kapten tim Arema FC tidaklah mudah. Seperti yang dialami Dendi Santoso saat ini. Dia dinilai terpancing emosi saat pertandingan melawan PSIS Semarang dalam lanjutan Grup E Piala Presiden 2018 Kamis (25/1/2018) malam di Stadion Kanjuruhan.

Usai pertandingan, Dendi menjelaskan jika dia emosi karena bek PSIS, Frendy Syaputra melakukan tebasan keras ke kaki jebolan Akademi Arema ini. “Saya emosi karena merasakan ada benjolan (bengkak) di kaki setelah dilanggar,” kata pemain sayap 27 tahun ini.

Momen itu terjadi saat pertandingan memasuki menit 58. Dendi yang emosi menghampiri Frendy. Pemain Arema dan PSIS lainnya ikut bereaksi. Ada yang coba melerai, ada juga yang ikut terpancing emosinya. Untungnya kejadian ini segera diredam. Tim pelatih kedua tim ikut menurunkan emosi pemain. Akibat reaksi tersebut, Dendi akhirnya dikartu kuning oleh wasit.

Dendi mungkin mengalami trauma. Dia pernah mendapatkan tebasan keras di kaki kanan yang membuatnya istirahat panjang pada musim 2016 silam. Waktu itu Dendi mengalami patah tulang fibula dan harus menjalani pemulihan hampir setengah musim.

Setelah dua tahun pengalaman buruk itu berlalu, Dendi tidak ingin hal itu terulang kembali sehingga dia akan bereaksi keras ketika mendapatkan pelanggaran dari pemain lawan.

Memang sulit bagi pemain lawan untuk menghentikan pergerakan Dendi. Pada musim ini bisa dibilang dia sedang berada di puncak karier. Diangkat sebagai kapten tim, pemain yang akrab dengan nomor punggng 41 ini tampil konsisten dan lebih tajam.

Pada pertandingan pertama Piala Presiden 2018 melawan Persela, Dendi mencetak satu gol dan satu assist. Pada pertandingan kedua , dia berkontribusi besar terhadap gol pertama Arema. Crossing yang dilepas dari sektor sayap kanan membuat bek PSIS Rio Saputro. Gol ini jadi pelecut performa Arema dan memenangi laga dengan skor 3-1.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply