Supardi Nasir Respek Kerja Keras Henhen di Persib

Supardi Nasir Respek Kerja Keras Henhen di Persib

Persaingan di pos bek kanan Persib kian memanas. Pemain muda Henhen Hendriyana mampu merebut tempat utama yang biasa dihuni seniornya, Supardi Nasir.

Dalam setiap pertandingan yang dilakoni, Henhen selalu menampilkan permainan terbaiknya saat dipercaya tampil sebagai starter. Hal tersebut yang membuatnya kemudian terus dipercaya mengisi pos tersebut.

Supardi sendiri mengaku tidak keberatan dengan kondisi tersebut. Menurutnya persaingan dalam tim adalah hal yang wajar. Supardi mengungkapkan bahwa Henhen memang layak untuk mendapat tempat utama.

Ketika di dalam tim, kita bersaing. Mau bek kanan, kiri atau di manapun pelatih mempoisikan kami bermain. Contoh sekarang saya bermain di kanan, dari dulu bersaingnya sama Henhen. Sekarang tidak bisa dipungkiri Henhen sedang bagus dan itu berkat kerja kerasnya,” katanya.

Ketatnya persaingan tidak membuat Supardi pelit ilmu. Ia justru membuka diri untuk memberikan wejangan kepada Henhen sebagai calon penerusnya.

“Saya sama Henhen selalu berbagi ilmu dan saya juga selalu sampaikan kalau di sini tidak senior-junior. Semua punya kesempatan yang sama.”

“Apa yang dilakukan Henhen hari ini, pernah saya lakukan dulu. Jadi jaga terus peforma itu karena lebih sulit mempertahankan. Selain itu, etika juga penting dijaga,” sambungnya.

Supardi mengungkapkan bahwa saat latihan, Henhen selalu serius mengikuti instruksi dari pelatih. Ia juga melihat bahwa mantan pemain Persib U-21 itu merupakan tipikal pemain pekerja keras dan membuatnya respek.

“Saya respek sama Henhen karena saat latihan tidak pernah leha-leha. Jadi wajar kalau ada di tempat itu (pemain inti) sekarang, karena hasil kerja keras dia sendiri dan dia juga anak baik dan tidak macam-macam. Dia kan istirahatnya di kamar juga, jadi sering ngobrol,” katanya.

Supardi berharap juniornya itu tidak merasa cepat puas dan tetap disiplin agar menjadi pemain profesional yang matang di lapangan.

“Dia juga harus siap menerima pujian dan cacian, karena tidak mungkin kami dipuji terus. Satu dua tahun kami dipuji, tahun ketiga kami bisa dicaci. Dan ketika kritikan datang, harus kuat,” ujarnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply