Kritik Tajam Sriwijaya FC soal Penangguhan Regulasi Pemain U-23

Kritik Tajam Sriwijaya FC soal Penangguhan Regulasi Pemain U-23

Perubahan secara mendadak regulasi kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 terkait pemain U-23 disoroti manajemen Sriwijaya FC. Kubu Laskar Wong Kito menilai operator kompetisi kasta elite tidak konsisten menerapkan aturan main.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) tanggal 29 Juni 2017, regulasi pemain U-23 di kompetisi Liga 1 Indonesia 2017 akan ditangguhkan sementara waktu hingga 30 Agustus mendatang dikarenakan pelaksanaan SEA Games 2017 di Malaysia dan kualifikasi Piala AFC U-23 2018 yang akan bergulir pada 19–23 Juli 2017.

“Suka atau tidak kami terima, karena isi suratnya bukan meminta persetujuan atau mendengar saran dari klub, melainkan sekedar pemberitahun bahwa akan ada perubahan regulasi,” ungkap sekretaris tim SFC, Achmad Haris saat dihubungi Kamis (29/6) sore.

Haris sangat menyayangkan adanya ketidaktegasan dari operator kompetisi. “Dulu saat regulasi ini dibuat dengan alasan untuk pembinaan, walau bisa diperdebatkan namun semua klub akhirnya mematuhi. Sekarang mengapa harus diubah lagi, jika alasannya adalah SEA Games seharusnya sudah diperhitungkan sejak awal. Mengapa tidak klub yang banyak pemainnya dipanggil diperbolehkan menambah kuota pemain U-22 saja,” keluhnya.

Menurutnya, hal ini akan sangat berimbas pada kualitas kompetisi itu sendiri nantinya. “Aturan itu harus mengikat, mutlak dan tidak boleh seenaknya saja diubah. Di dalam manual regulasi yang sudah disahkan sejak awal ada pengaturan jika pemainnya dipanggil timnas. Pasal 31 mengatur jelas tentang pemain dan secara spesifik di ayat 4 mengatur jelas tentang pemain jika dipanggil timnas,” tambahnya.

Sebelumnya, inkonsistensi PT LIB terkait pemindahan laga kandang PerseruSerui selama bulan Ramadan juga menjadi sorotannya. “Saat memulai kompetisi, ada verifikasi terhadap infrastruktur klub. Tentu perlu dipertanyakan mengapa hal ini bisa terjadi, ada klub yang kini tidak perlu repot-repotkeSerui, seharusnya hal ini tidak terjadi,” tutur Haris.

“Tapi apapun itu, Sriwijaya FC selama ini tidak pernah mengeluh atau membangkang, tetapi sekali lagi mari kita konsisten membangun sepakbola Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri, Faisal Mursyid menyebut pihaknya sudah menerima surat dari PT LIB terkait hal ini, Kamis (29/6/2017) siang. “Sudah kami teruskan ke tim pelatih agar menjadi perhatian, karena ini perubahan regulasi ini akan berpengruh pada perubahan strategi di lapangan nanti,” ujarnya singkat.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply