Memahami kritikan suporter Persib

Memahami kritikan suporter Persib

Pada 2010, secara mengejutkan Nova Arianto mengumumkan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai kapten Persib. Kala itu, bek yang dikenal lewat perayaan gol “Suster Ngesot” tersebut menyerah menjadi kapten Persib karena tak kuasa menahan beban dan kritikan pendukung Persib, bobotoh, yang meragukan kapasitasnya sebagai kapten. Keputusannya ketika itu pun bukannya tanpa tuduhan macam-macam dari Bobotoh. Tapi keputusannys sudah bulat.

Sedikit maju, pada 2012, bobotoh pernah melakukan aksi demo di depan Stadion Siliwangi, yang kala itu masih menjadi kandang Persib, ketika para pemain Persib tengah melakukan latihan. Saat itu bobotoh kecewa pada skuat Persib 2011/2012 yang tampil buruk dan semakin jauh untuk meraih gelar juara.

“Kalau besok (lawan Persipura) kalah, kami akan melakukan aksi duduk di depan bus Persib supaya pemain tidak bisa pulang,” ujar Panglima Viking saat itu, (alm.) Ayi Beutik seperti yang dikutip Tempo pada 2012. “Kami bergerak (gelar aksi) karena prestasi Persib terus menurun. Kalau enggak gerak, pemain akan terus terlena.”

Momen di atas hanyalah segelintir contoh bobotoh menyampaikan kritik ke Persib. Masih banyak momen lain ketika bobotoh justru mengkritik keras kesebelasan yang mereka cintai itu. Namun dari dua cerita di atas mengajarkan bahwa apa yang dilakukan bobotoh belakangan ini, mengkritik keras Persib, bukanlah cerita baru. Kritik keras dari bobotoh bukanlah sebuah insiden yang harus dianggap oleh manajemen Persib sebagai ancaman terhadap kenyamanan ruang ganti Persib.

Suasana di tubuh skuat Persib Bandung saat ini sedang panas. Kritik dan protes terhadap penampilan Persib yang dianggap tidak istimewa dilancarkan oleh bobotoh secara masif. Tidak hanya di media sosial, tapi juga dilakukan secara nyata, baik itu lewat spanduk-spanduk di stadion dan di jalanan kota Bandung maupun apa yang dilakukan oleh sejumlah penonton yang menginvasi lapangan.

Pada Minggu (4/6) lalu, sejumlah bobotoh menjadi perbincangan karena aksinya menghampiri pemain ketika Persib menjalani laga tandang menghadapi Bhayangkara FC. Pada menit ke-82, setelah Ilham Udin Armaiyn mengubah skor menjadi 2-0 untuk tuan rumah, sejumlah bobotoh mendatangi beberapa pemain di lapangan untuk menunjukkan rasa kecewanya terhadap pemain tersebut. Insiden ini sempat membuat laga terhenti selama 10 menit.

Nahas, para bobotoh yang terjun langsung ke lapangan itu kemudian diserang oleh bobotoh lainnya. Beberapa pihak mungkin mengutuk aksi yang dilakukan oleh segelintir penonton tersebut, termasuk dari pihak Persib sendiri, baik itu dari pemain maupun manajer. Tapi hal ini cukup mengherankan. Karena sejatinya, sudah sejak lama bobotoh dikenal sebagai pendukung yang tak sungkan untuk menekan, mengkritik, mempertanyakan, bahkan sampai fase buruk yaitu menghujat, jika Persib tampil tidak sesuai harapan mereka.

Sebagian bobotoh juga mungkin menyayangkan aksi invasi yang dilakukan bobotoh tersebut. Namun tak sedikit juga yang memberikan aplaus tertinggi pada mereka. Karena tak sedikit, bahkan cukup masif, yang menganggap bahwa penampilan Persib saat ini layak dikritik, khususnya setelah empat laga tanpa kemenangan sejak pekan ke-5 hingga Pekan 9 di Liga 1 2017, dengan penampilan di bawah standar.

Ada beberapa alasan yang membuat bobotoh tidak nyaman dengan situasi Persib saat ini. Pertama, Persib tampil buruk padahal memiliki skuat mumpuni dari 11 pemain utama hingga bangku cadangan. Kedua, adanya dugaan intervensi dari Manajer Persib Umuh Muchtar kepada Pelatih Persib Djajang Nurjaman, sehingga si peracik taktik tak bisa leluasa menentukan strategi dan skema yang tepat untuk timnya. Ketiga, Djanur sempat berkata, “Anda (bobotoh) sudah berbuat apa sih buat Persib?”. Itu ia katakan saking kesalnya akibat banyak yang menghujat dirinya dengan kata-kata tidak pantas.

Untuk hal pertama, tak perlu diragukan lagi memang jika Persib tampil tak istimewa karena dari sembilan laga yang sudah dilakoni skuat berjuluk Maung Bandung tersebut baru menang tiga kali, imbang empat kali, dan kalah dua kali. Sementara untuk hal kedua, hal ini sejatinya harus dijelaskan langsung oleh manajemen Persib, baik itu oleh pelatih maupun manajer, untuk menjelaskan apakah dugaan, atau tuduhan, intervensi itu ada atau tidak — sehingga tak lagi meresahkan benak bobotoh.

Sementara itu untuk yang ketiga, mungkin ini yang paling menyakiti bobotoh. Bentuk segala dukungan yang sudah diberikan oleh bobotoh selama ini agak dilupakan oleh sang pelatih.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply