Kecewa Selalu Dipertanyakan soal Totti, Spalletti: Saya Menyesal kembali ke Roma

Kecewa Selalu Dipertanyakan soal Totti, Spalletti: Saya Menyesal kembali ke Roma

Luciano Spalletti kecewa berat selalu dipertanyakan soal keputusannya terkait Francesco Totti. Allenatore AS Roma itu mengaku menyesal kembali ke ibukota.

Spalletti membawa Roma memetik kemenangan meyakinkan 4-1 kala bertandang ke AC Milan, Senin (8/5/2017) dinihari WIB. Hasil ini menjadi amat penting karena sebelumnya Giallorossi takluk 1-3 di laga derby kontra Lazio, yang niscaya memukul telak secara psikologis.

Tapi pada akhirnya Spalletti justru dibuat kesal karena kembali ditanya-tanya soal Totti, yang belakangan kencang dikabarkan akan pensiun. Seusai pertandingan, dia sudah langsung mendapatkan pertanyaan soal Totti dalam wawancara dengan Mediaset.

Pertanyaannya kurang lebih soal kenapa Totti tak dimainkan di menit-menit akhir, sementara Spalletti justru memasukkan Bruno Peres di menit ke-84 untuk Edin Dzeko. Di kesempatan ini Spalletti masih cukup tenang, meski menjawab dengan sarkastis.

Dia menyebut bisa saja dirinya dengan media memasang polling soal siapa-siapa saja yang publik ingin mainkan. Spalletti lantas juga menegaskan, bahwa dia kembali bukan untuk semata-mata menjadi pelindung sejarah dan status legenda Totti.

Nah, dalam wawancara berikutnya dengan Sky Sports, dia lagi-lagi ditanyai hal serupa dan didesak soal keputusannya tak memainkan Totti. Maka secara terbuka pria 58 tahun itupun menyatakan kekecewaannya, mengaku serba salah karena sebelumnya memainkan Totti di menit-menit akhir pun disebut tak menghormati si pemain.

“Semua ini membuat saya kecewa. Kalau saya bisa memundurkan waktu, saya tak akan pernah memilih kembali ke Roma. Kita selalu berakhir membicarakan hal yang sama,” ujarnya menjawab Sky Sport Italia.

“Tim ini layak mendapatkan pujian, tapi alih-alih itu, kita selalu membicarakan hal ini. Kalau saya memainkan dia (Totti) hanya selama lima menit, saya tidak menghormati seorang legenda, lalu jika saya tak memainkan dia (di lima menit terakhir), itu juga salah.”

“Masalahnya di sini adalah kami sedang berjuang lolos ke Liga Champions dan memenangi pertandingan dengan segala cara yang mungkin dilakukan. Kami adalah tim yang bagus dan malam ini kami seharusnya sudah menyelesaikan perlawanan Milan lebih cepat.

“Karena kalau gol ketiga tadi tidak langsung tercipta (usai kebobolan), kami bakal sudah berada dalam tekanan besar,” imbuhnya.

Dalam kemenangan di San Siro tersebut, Roma membuka keunggulan lewat Edin Dzeko di menit ke-8 dan 28. Milan lantas mencoba merespons di babak kedua dan mendapatkan gol balasan di menit ke-76 lewat Mario Pasalic.

Tapi Roma sukses meredakan tekanan dengan langsung mencetak gol ketiga dua menit berselang, lewat Stephan El Shaarawy. Penalti Daniele De Rossi di menit ke-87 kemudian mengunci kemenangan Roma. Kemenangan ini mengembalikan Roma ke posisi dua setelah sempat digusur Napoli.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply