Marquee Player Liga 1 Sekadar Proyek Mercusuar

Marquee Player Liga 1 Sekadar Proyek Mercusuar

Satu bulan jelang kompetisi di bawah kepengurusan baru PSSI dimulai, klub-klub dan penggemar sepak bola dihebohkan dengan konsep baru soal marquee player. Setelah Persib Bandung sukses mengklaim Michael Essien sebagai pemain marquee mereka, sejumlah klub kini bergeliat dan dikait-kaitkan dengan nama-nama tenar lain.

Berdasarkan peraturan baru PSSI, pemain dengan status marquee tidak dihitung dalam slot tiga pemain asing (2+1 pemain Asia). Artinya, klub yang menggunaan pemain bintang dunia itu bisa memiliki empat pemain asing: satu marquee player dan tiga pemain asing reguler.

Konsep marquee memang bukan hal baru di beberapa liga macam A League Australia, India Super League, Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat. Namun, masing-masing punya definisi tentang pemain khusus tersebut.

Untuk di Indonesia, mereka yang disebut marquee player adalah pemain yang pernah bermain di tiga edisi terakhir Piala Dunia dan/atau merumput di liga-liga top Eropa. Liga-liga tersebut seperti Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Spanyol, atau Portugal.

Tentu ada misi yang ingin dicapai PSSI dengan memberlakukan kebijakan ini. Marquee player diyakini bisa meningkatkan pemasaran sebuah kompetisi.

Efek awalnya sudah terasa saat Persib merekrut Essien. Tak sedikit dari media-media internasional mencari tahu klub Persib dan kompetisi sepak bola Indonesia.

Jika menoleh kembali sejarahnya, tujuan utama kebijakan ini memang untuk mendongkrak popularitas kompetisi suatu negara.

Sebut saja penggunaan marquee player di Liga Sepak Bola AS (MLS). Sepak bola memang bukan olahraga populer di Negeri Paman Sam. Pamornya masih kalah dengan American Football (NFL), atau bisbol.

Para pelaku bisnis sepak bola di AS punya strategi khusus mempopulerkan olahraga itu. Salah satunya adalah dengan mendatangkan sejumlah pemain bintang dunia dan dikenal dengan sebutan designated player. Itu merupakan penyebutan lain dari marquee player.

Kebijakan mendatangkan pemain bintang dimulai sejak 2007 silam. Lambat laun, magnet MLS mulai meningkat ketika sejumlah nama besar pesepak bola di Eropa macam David Beckham, Frank Lampard, Steven Gerrard, dan Andrea Pirlo merumput di klub-klub MLS.

Strategi yang sama pula dilakukan Australia dan India dengan membuka kebijakan marquee player. Sejarahnya, sepak bola juga bukan olahraga populer di dua negara itu.

Di Australia misalnya, popularitas rugbi jauh mengalahkan sepak bola. Begitu pula di India, pamor sepak bola kalah dari olahraga kriket.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply