Kado FIGC buat Italia: Generasi Pemain untuk Piala Dunia 2022

Kado FIGC buat Italia: Generasi Pemain untuk Piala Dunia 2022

Ada keraguan besar saat Carlo Tavecchio terpilih menjadi presiden FIGC, federasi sepakbola Italia, yang baru menggantikan Giancarlo Abate (mundur usai Italia gagal di Piala Dunia 2014). Sebelum diadakan pemilihan presiden FIGC yang baru saat itu, Tavecchio melontarkan pernyataan rasialis, yang tentu saja menuai kecaman dari berbagai pihak.

Namun permintaan maaf Tavecchio jelang pemilihan berlangsung tampaknya membuat sejumlah kesebelasan yang sempat menarik dukungannya luluh. Tavecchio pun akhirnya terpilih menjadi ketua FIGC baru per 2014.

Tavecchio pun kemudian mengumumkan beberapa rencana yang akan ia lakukan terhadap sepakbola Italia di bawah kepemimpinannya. Dimulai dari pengurangan jumlah klub yang berkompetisi di Serie A dan Serie B, mengembangkan pemain muda Italia, hingga pemberdayaan sepakbola perempuan.

Dari berbagai rencananya yang dicanangkan Tavecchio di awal kepemimpinannya, ada satu hal yang paling terlihat positif dan signifikan saat ini; yakni soal pengembangan pemain muda. Italia yang disebut-sebut sedang mengalami krisis pemain top yang sejurus dengan prestasi tim nasional mereka, perlahan mulai menemukan secercah harapan untuk masa yang akan datang berkat diberlakukannya aturan baru oleh federasi yang berdiri sejak 16 Maret 1898 ini.

Aturan 25 Pemain yang Memberdayakan Pemain Muda

Dalam beberapa tahun terakhir, sepakbola Italia dikenal sebagai gudangnya pemain tua. Anggapan ini tidaklah salah. Selain Francesco Totti, Gianluigi Buffon, Andrea Pirlo, Alberto Gilardino, dan Luca Toni yang masih beredar di sepakbola Italia dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak lagi pemain yang sudah dimakan usia namun tetap jadi andalan tim Serie A.

Anggapan di atas semakin terasa ketika Juventus berlaga di kancah Liga Champions. Ketika lawan-lawan mereka tampil dengan wajah-wajah muda, Juventus yang dalam lima musim terakhir menjuarai Serie A Italia masih mengandalkan banyak pemain tua. Saat melangkah ke babak final Liga Champions 2015, masih terdapat Andrea Pirlo (36 tahun), Gianluigi Buffon (38 tahun), Andrea Barzagli (34 tahun), Carlos Tevez (31 tahun), Stephan Lichtsteiner (31 tahun) hingga Patrice Evra (34 tahun) yang secara reguler bermain dengan skuat tim utama.

Ketika banyaknya pemain tua, pemain non-Italia pun tersebar di 20 kesebelasan Serie A. Pelatih timnas Italia periode 2010 hingga 2014, Cesare Prandelli, mengeluhkan banyaknya pemain asing yang beredar di Italia sehingga ia kesulitan mencari pemain lokal yang sesuai kriterianya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply