Misi Danurwindo Sebagai Dirtek Timnas Indonesia

Misi Danurwindo Sebagai Dirtek Timnas Indonesia

Danurwindo bakal menyiapkan misi utama di sepak bola Indonesia setelah ditunjuk sebagai Direktur Teknik (Dirtek) PSSI. Induk sepak bola nasional itu mengumumkan namanya sebagai Dirtek Timnas pada Kongres PSSI di Bandung, Minggu (8/1).

Pelatih berusia 65 tahun itu mengatakan bakal berdiskusi dengan PSSI sebelum menjalani tugas barunya itu.

Meski demikian, Danurwindo telah memiliki gambaran tugas secara umum yang harus dilakukan Dirtek Timnas. Ia menerangkan, seorang Dirtek nantinya harus lebih fokus membangun pondasi pengembangan sepak bola yang muaranya adalah Timnas.

“Sederhananya, seorang Dirtek Timnas memiliki tugas dan tanggung jawab untuk mempersiapkan para pemain Timnas di setiap jenjang seperti U-15, U-17, U-19, U-21, misalnya,” tutur Danurwindo saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (9/1).

Untuk itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah membuat semacam panduan dalam menyiapkan talenta-talenta sepak bola Indonesia ke Timnas.

“Nanti program-program tersebut akan menjadi acuan dasar di Timnas Indonesia di jenjang usia muda,” ucapnya.

Meski demikian, ia melanjutkan, bukan berarti Dirtek harus intervensi di setiap level, tapi pelatih kepala di masing-masing kategori timnas lah yang menyiapkan dan bertanggung jawab terhadap program.

“Dirtek Timnas sifatnya hanya membuat panduan secara umum yang bisa diikuti para pelatih,” papar Danurwindo.

Mantan pelatih Timnas Primavera ini menerangkan, Dirtek Timnas yang juga harus menciptakan karakter bermain di timnas seluruh kategori usia. Untuk itu, ia juga harus berdiskusi dengan PSSI terkait arah pengembangan sepak bola Indonesia.

Dirtek juga disebut Danurwindo harus mampu menerapkan program yang mendorong pembinaan pemain di level klub-klub profesional.

“Klub-klub nantinya harus punya akademi sendiri yang dikelola secara baik sesuai kurikulum mereka. Namun, ada panduan umum yang diciptakan Dirtek PSSI,” ucapnya.

Pelatih yang pernah ditunjuk sebagai penasihat teknik Timnas itu menambahkan, kompetisi di sejumlah jenjang usia muda juga harus diciptakan.

“Dengan demikian, roda pembinaan di klub-klub dalam bentuk akademi juga berjalan jika ada kompetisinya,” tutur Danurwindo.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply