Kawal Timnas di Filipina Sudah, Bersiap Menjamu Vietnam di Tanah Air Kemudian

Kawal Timnas di Filipina Sudah, Bersiap Menjamu Vietnam di Tanah Air Kemudian

Selama mendukung timnas Indonesia pada Piala AFF 2016 di Filipina begitu banyak momen yang menguras emosi. Saatnya pulang untuk bersama-sama menunggu Vietnam di tanah air.

Happy ending. Itulah satu kalimat yang pas untuk menggambarkan bagaimana perasaan pendukung skuat ‘Garuda’ di ajang Piala AFF 2016.

Baru pulih lagi setelah dibekukan, berada dalam grup neraka, dan ada pembatasan masing-masing klub hanya boleh mengirim dua pemain ke timnas. Tiga hal itu sudah jadi faktor yang meruntuhkan optimisme timnas bakal lolos fase grup Piala AFF.

Sudah begitu, ‘Pasukan merah Putih’ mengawali turnamen dengan kekalahan. Sedikit harapan terbit tatkala Boaz Salossa dkk. perlahan dengan pasti bisa memperbaiki penampilan hingga akhirnya bisa lolos ke semifinal dengan menyandang status runnner-up Grup A.

Status runner-up itupun didapatkan dengan H2C alias harap-harap cemas. Indonesia masih berada di posisi terbawah klasemen hingga Grup A setelah menjalankan dua laga. Tim besutan Alfred Riedl itu kalah 2-4 dari Thailand, dan membuang kesempatan menang dengan hanya imbang 2-2 melawan tuan rumah Filipina.

Pertandingan ‘final’ pun dilakoni Indonesia saat melawan Singapura di laga terakhir Grup A. Tim besutan Alfred Riedl wajib menang, sembari berharap Thailand juga bersungguh-sungguh untuk melakoni laga formalitas melawan Filipina.

Para pendukung, Indonesia sempat dibuat jantungan hingga laga melawan Singapura di stadion Rizal Memorial, Jumat (25/11/2016) malam WIB, berjalan selama satu jam. Indonesia ketinggalan 0-1 akibat gol yang dicetak oleh Khairul Amri.

Momen kebangkitan Indonesia terjadi usai Andik Vermansah menjebol gawang Singapura. Stefano Lilipaly mencetak gol perdananya untuk Indonesia, yang mengantarkan Indonesia mendampingi Thailand sebagai semifinalis dari Grup A.

Di laga lain, Thailand membuktikan ucapan sebelum pertandingan melawan Filipina, dengan bermain serius dan meraup tiga poin. Mereka tetap mengincar kemenangan meski sudah dipastikan lolos sebagai juara grup.

Naik turunnya emosi yang berakhir dengan kegembiraan di dalam lapangan itu dilengkapi dengan perayaan sederhana di luar stadion. Ada rentetan hiburan dan makanan lezat yang bisa dipilih selama mengawal timnas. Kami, para pewarta dari Indonesia yang mendapatkan tugas mengawal timnas, tinggal di Metro Manila. Di area itulah segala macam hiburan dan kuliner mudah dipilih.

Seorang sopir taksi yang ditumpangi detikSport berani sesumbar kalau Filipina mirip dengan kota tempat hiburan di AS, Las Vegas. Di kota ini kami tak cuma bsia bekerja tapi juga bersenang-senang layaknya pelancong. Asal jangan lakukan hal yang satu ini.

“Kalian boleh melakukan apapun di Filipina. Berjudi, mengonsumsi alkohol, atau apapun, tapi jangan bersinggungan dengan narkoba,” kata Rey dalam sebuah perbincangan menuju hotel tempat timnas menginap.

Soal kuliner, bagi non-muslim, Filipina menjadi surganya kuliner enak. Olahan daging babi seperti pata (masakan kaki babi), lechon (babi guling khas Filipina), dan sisig (oseng cincang babi) mudah didapatkan. Kulinre jenis ini memang makanan sehari-hari baut warga lokal. Boleh dibilang seperti makan di warteg. Semua itu bisa ditemani dengan bir yang harganya jauh lebih murah dibandingkan kopi gerai waralaba asal Amerika Serikat yang menjamur.

Sementara untuk umat muslim, ayam inasal, pecel ayam Warung Indo, dan Bakmi Nyonya, bisa memanjakan lidah selama mendukung timnas berlaga di Piala AFF 2016.

Kalau soal hiburannya di sana juga mempunyai banyak pilihan kelap malam atau warung kopi yang buka selama 24 jam. Di kedai-kedai kopi inilah kami dan sebagian warga negara Indonesia yang tinggal di Manila merayakan keberhasilan Indonesia menembus semifinal Piala AFF 2016.

Namun, kami harus menyudahi kegembiraan itu. Ya di stadion, juga di area perkotaan di Manila.

Timnas Indonesia sudah kembali ke tanah air sejak Sabtu (26/11/2016) pagi waktu Manila. Mereka diberi libur tiga hari sebelum kembali harus mempersiapkan diri menatap laga semifinal melawan Vietnam yang akan digelar pada 3 Desember dan 7 Desember mendatang.

Kami juga pulang dengan jadwal hari yang sama meskipun berbeda penerbangan.

Mengutip ucapan salah satu mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Filipina, Veronika: semua kesenangan ini sudah selesai, kini saatnya pulang ke rumah.

“Ada banyak kesenangan di Filipina, tapi tetap saja tempat yang lebih nyaman dari rumah,” kata Veronika, seorang mahasiswi kedokteran asal Papua dari salah satu universitas di Filipina.

Tapi tugas belum benar-benar tuntas. Sebab kerja timnas di Piala AFF 2016 juga belum selesai. Masih ada laga semifinal dan laga final yang harus dimenangkan.

Indonesia akan berjumpa dengan Vietnam–sebagai juara Grup B–dalam laga home lebih dulu pada 3 Desember. Barulah kemudian menjalani laga away.

Meski, seperti yang dibilang Veronika kalau tempat paling nyaman adalah di rumah, tapi laga-laga timnas Indonesia masih bikin harap-harap cemas, ya. Termasuk menunggu keputusan lokasi pertandingan buat timnas nanti.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply