Asprov PSSI Jatim Tak Jamin Persebaya 1927 Masuk Kompetisi

Asprov PSSI Jatim Tak Jamin Persebaya 1927 Masuk Kompetisi

Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Timur siap menjamin mengawal persoalan Klub Persebaya 1927 agar bisa masuk kompetisi Liga Indonesia. Namun, jaminan itu hanya sebatas mengawal persoalan Persebaya saja, bukan menjamin Persebaya masuk dalam kompetisi.

“Yang penting kan ada jaminan. Kami (PSSI Jatim- red) siap jamin kawal persoalan sampai Persebaya bisa masuk kompetisi,” kata Ketua Umum Asprov PSSI Jatim, Bambang Pramukantoro ketika dikonfirmasi, Selasa (15/11/2016).

Bambang belum bisa memberikan jaminan tim sepak bola kebanggaan warga Surabaya itu, karena pihaknya belum berkomunikasi dengan PSSI. Pihaknya mengaku juga belum menjalin komunikasi dengan Persebaya 1927 terkait hal itu. “Kami akan terus menjalin komunikasi terkait Persebaya ini dengan PSSI, kami juga masih akan bertemu dengan pihak Persebaya,” katanya.

Pada Kamis malam, 10 November 2016, ribuan suporter fanatik Persebaya alias Bonekmania secara spontan menggelar unjuk rasa di Surabaya. Tindakan mereka didasari kekecewaan karena Tim Persebaya 1927 tak dimasukkan dalam kompetisi Liga Indonesia oleh PSSI dalam Kongres Pemilihan PSSI 2016 baru-baru ini.

Tak lama kemudian, pendukung fanatik Persebaya 1927 ini sempat menyegel Kantor Asprov PSSI Jatim di Jalan Kali Kepiting Surabaya. Bahkan, mereka mengancam akan memblokir semua cabang olahraga (cabor) di Surabaya.

Bambang berharap, bonek melakukan aksinya dengan bijak, bukan dengan cara negatif. Ia menilai tindakan Bonekmania mengancam menutup cabor tidak ada kaitannya dengan PSSI. “Masalah Persebaya ini bisa kita dibicarakan baik-baik, kami punya mediasi dengan cara dialog. Bukan melakukan hal negatif, yang justru memperburuk stigma terhadap bonek. Yang jelas, kami (Asprov PSSI Jatim, red) menjamin siap mengawal sampai Persebaya masuk dalam kompetisi,” kata Bambang.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply