Pressing Agresif Southampton yg dapat taklukkan Inter Milan

Pressing Agresif Southampton yg dapat taklukkan Inter Milan

Southampton yang bermain terbuka pada awal pertandingan, dihiasi dengan pressing agresif kepada Inter. Pola itu diterapkan The Saints sejak lini depan. Mereka tidak membiarkan bola terlalu lama di kaki para pemain lawan. Ketika pemain Inter menguasai bola, maka tekanan dengan percobaan tekal langsung dilakukannya. Sadar akan hal itu, Inter mengakalinya dengan tidak banyak melakukan dribel pada laga ini. Total, mereka cuma melakukan dribel empat kali selama pertandingan tersebut.

Inter lebih memilih untuk menguasai bola melalui umpan-umpan pendek. Bahkan di area pertahanannya sendiri. Ketika membangun serangan, Inter lebih memilih memberikan umpan pendek ke Gnokouri yang turun dari lini tengah. Cukup berbeda dengan kesebelasan lain yang bermain bertahan. Biasanya, mereka lebih memilih melancarkan umpan jauh untuk serangan balik.

Tapi intensitas pressing agresif Southampton berkurang setelah tertinggal terlebih dahulu. Mereka lebih sabar untuk merebut bola dari kaki para pemain Inter. Setelah berhasil menyamakan kedudukan, Southampton kembali mengaktifkan pressing agresifnya. Apalagi jika mengingat Inter terlihat panik dengan langsung bermain terbuka setelah pertama kebobolan.

Hal itulah yang membuat Southampton lebih mudah mendapatkan bola ketika kedudukan sudah berimbang. Kedudukan yang membuat Inter menjadi tampil menyerang justru menjadi keuntungan sendiri bagi pressing agresif Southampton. Kesalahan-kesalahan individu pemain Inter dalam mengoper atau menerima bola, berhasil dikuasai Southampton hingga menjadi gol bunuh diri Nagatomo.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply