Start 100% Leicester Terhenti Usai Bermain Seri di Markas FC Copenhagen

Start 100% Leicester Terhenti Usai Bermain Seri di Markas FC Copenhagen

Leicester City gagal melanjutkan start 100% Liga Champions setelah harus puas bermain dengan skor kacamata, 0-0, di markas FC Copenhagen.

Tidak ada gol yang tercipta sepanjang pertandingan di Parken Stadium, Kamis (3/11/2016) dinihari WIB. Dalam catatan UEFA.com, FC Copenhagen unggul penguasaan bola 57%-43% atas Leicester. Tuan rumah juga membuat lebih banyak peluang dengan dua ke target dan 10 tak tepat sasaran, dibandingkan tim tamu yang mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan dua yang off target.

Hasil tersebut menjadi kali pertama Leicester tidak memenangi pertandingannya di Liga Champions kali ini. The Foxes juga gagal mengamankan kelolosan ke babak 16 besar di matchday kali ini, walaupun hanya butuh satu angka tambahan di dua pertandingan sisa.

Saat ini Leicester masih memuncaki klasemen Grup G dengan 10 poin, mengungguli Porto (7 poin), FC Copenhagen (5 poin), dan Club Brugge (0 poin).

Jalannya pertandingan

FC Copenhagen berusaha menekan di awal pertandingan dan mendapat sepak pojok di menit ke-3. Ludwig Augustinsson mengirim bola ke depan gawang tapi Kasper Schmeichel mampu bereaksi dengan meninju bola untuk menjauh dari gawangnya.

Sebuah tekanan dari Leicester di menit ke-9, membuat lini belakang FC Copenhagen berusaha menyapu bola. Tapi si kulit bundar cuma mengarah ke tepi kotak penalti, dengan Danny Drinkwater menyambut lewat sepakan keras. Bola keluar usai mengenai pemain lain.

Ancaman dari Benjamin Verbic untuk Leicester di menit ke-14. Usai mengecoh satu pemain lawan, Verbic melepaskan tembakan yang masih bisa diblok pemain Leicester. Tembakan William Kvis setelah itu masih melebar.

Sebuah serangan balik cepat dari tuan rumah membuat Robert Huth harus melakukan pelanggaran dalam usaha menghentikan Federico Santander di menit ke-25. Huth dikartu kuning dan FC Copenhagen dapat tendangan bebas–yang lantas belum berbuah apa-apa.

Memasuki menit ke-44, sebuah tembakan dari Jamie Vardy di tepi kotak penalti FC Copenhagen masih diblok pemain lawan. Sepakan Daniel Amartey yang menyusul kemudian membuat bola meluncur pelan dan tak menyulitkan kiper Robin Olsen.

Setelah saling berusaha menekan di awal babak kedua, Peter Ankersen dari FC Copenhagen mendapat kesempatan untuk menembak dari luar kotak penalti. Tapi laju bola masih kandas di rapatnya barisan belakang Leicester di menit ke-51.

Ankersen kembali mendapat bola di tepi kotak penalti Leicester di menit ke-60. Bola tembakannya kali ini masih melambung jauh di atas bidang sasaran.

FC Copenhagen kembali gagal memaksimalkan peluang di menit ke-70. Ludwig Augustinsson mengirim umpan ke depan gawang dengan Verbic melanjutkan dengan sontekan. Tapi bola masih bisa disapu lini belakang Leicester.

Sebuah umpan panjang di menit ke-85 berhasil disongsong Vardy seraya langsung menanduknya ke arah Shinji Okazaki. Tapi bek FC Copenhagen lebih cepat memotong bola.

Di menit ke-89 Schmeichel membuat penyelamatan penting di bawah mistar setelah menepis bola hasil tandukan Andreas Cornelius. Bola mengarah ke Santander di tiang jauh, tapi sepakannya masih mengirim bola meluncur jauh dari sasaran.

Susunan pemain

FC Copenhagen: Olsen; Ankersen, Jorgensen, Johansson, Augustinsson, Verbic (Kusk 83′), Kvist, Delaney, Falk (Toutouh 65′), Cornelius, Santander.

Leicester City: Schmeichel; Hernandez, Huth, Morgan, Fuchs, Mahrez, Amartey, Drinkwater, Schlupp (Okazaki 71′), Vardy, Musa.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply