Patung Ramang Akan Dibangun Dengan Anggaran Rp275 Juta

Patung Ramang Akan Dibangun Dengan Anggaran Rp275 Juta

Pemerintah Kota Makassar berencana pembuatan patung salah satu legenda timnas Indonesia dari kota tersebut, Ramang. Patung itu rencananya dibangun di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan.

“Berdasarkan DPA Dispora Kota Makassar, maka anggaran untuk pembangunan patung Ramang sebesar Rp275 Juta,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin seprti dikutip dari Antara, Senin (17/10).

Adapun patung tersebut, kata dia, akan terdiri atas tiga bagian. Fondasi menjadi bagian terbawah, kemudian bola dunia di bagian tengah, dan sosok Ramang di bagian atas.

Untuk ukurannya: tinggi fondasi akan sekitar 120 cm, untuk bola dunia yang menjadi pijakan patung Ramang setinggi 140 cm. Adapun patung Ramang sendiri disesuaikan dengan tinggi badan sang legenda yakni 170 cm. Jadi tinggi keseluruhan akan mencapai 4,3 meter.

Achmad mengatakan pembangunan patung Ramang tersebut diharapkan pihaknya bisa menjadi motivasi bagi para penerus perjuangannya di lapangan hijau. Hendra berharap para pemain terlecut untuk terus berlatih sehingga bisa menjadi sosok yang bisa mengharumkan nama daerah, bangsa, dan negara.

Pria yang ketika aktif bermain memiliki posisi sebagai penyerang itu wafat pada 26 September 1987. Di eranya, pria kelahiran Barru, Sulawesi Selatan pada 24 April 1924 tersebut ikut mengantar PSM Makassar dua kali menjadi juara pada era perserikatan.

Ramang adalah bagian dari timnas Indonesia yang berjaya di Olimpiade Melbourne pada 1956 silam. Kala itu, Ramang dkk—termasuk kiper Maulwi Saelan yang baru wafat pada pekan lalu—mampu menahan imbang salah satu raksasa sepak bola dunia, Uni Soviet di perempat final. Ajang Olimpiade itu pun dianggap puncak sukses timnas Indonesia di level internasional.

Bahkan, Ramang hampir saja menjebol gawang Uni Soviet yang dikawal Si Kucing Hitam, Lev Yashin. Pada menit ke-38, Ramang yang kala itu berusia 32 tahun melepaskan tembakan. Sayang tembakan itu, meski dengan susah payah berhasil juga ditepis Yashin.

Pada laga ulangan—di era tersebut, hasil imbang akan dilanjutkan dalam partai ulangan—Uni Soviet pun menaruh perhatian berlebih terhadap Ramang. Pelatih Uni Soviet Gavril Kachalin bahkan memerintahkan playmakernya, Igor Netto untuk berperan defensif guna mengawal Ramang yang kala itu mengenakan nomor punggung 11.

Setelah tampil habis-habisan pada laga sehari sebelumnya, di partai ulangan tersebut Ramang dkk menyerah 0-4 dari Uni Soviet. Uni Soviet kemudian keluar sebagai juara sepak bola dalam Olimpiade Melbourne 1956.

Seperti dikutip dari situs otoritas sepak bola dunia, FIFA, Ramang rutin mencetak gol sejak menjalani debut timnas pada 1952. Ia mengemas 19 gol hanya dari enam laga, termasuk dua gol terkenalnya dengan gerakan salto, dalam lawatan ke Timur Jauh, setahun setelah Olimpiade elbourne.

Ramang juga menceploskan gol, saat Indonesia menyingkirkan China pada kualifikasi Piala Dunia 1958 di Swedia. Indonesia mundur dari laga berikutnya, setelah menolak bertanding melawan Israel dengan alasan politik.

Sebelum ajang tersebut, Indonesia menghajar India 4-1 dan tampil sebagai peringkat ketiga Asian Games 1958.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply