Deschamps Ingin Martial Konsisten di Timnas Perancis

Deschamps Ingin Martial Konsisten di Timnas Perancis

Striker Manchester United, Anthony Martial, tak pernah absen di skuat inti timnya mengawali tiga laga di Liga Primer Inggris 2016-2017. Martial juga dimainkan di skuat utama saat Setan Merah mengalahkan Leicester City 2-1 di ajang Community Shield, 7 Agustus 2016.

Meski selalu tampil di Setan Merah sejauh ini, pelatih timnas Perancis, Didier Deschamps, belum sepenuhnya yakin dengan ketajaman Martial. Deschamps pun menuntut konsistensi pemain berusia 20 tahun tersebut jika ingin dimainkan di skuat inti timnas Perancis.

Martial memang belum mencetak satu gol pun meski sudah empat kali tampil bersama Setan Merah musim ini. Namun, ia sudah mengoleksi dua assist untuk MU.

Kendati masih belum sepenuhnya meyakinkan di mata Deschamps, Martial ikut dipanggil timnas Perancis untuk persiapan uji coba menghadapi Italia, Kamis (1/9) dan laga kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Belarusia.

“Anthony (Martial) memulai musim ini terlalu cepat. Ia sudah bermain banyak dalam sistem yang sedikit berbeda dengan kami,” ujar Deschamps seperti dikutip dari Soccerway.

Pada Piala Eropa 2016 lalu, Martial hanya sekali dimainkan sebagai starter dari tujuh kali pertandingan di Perancis.

“Ia harus lebih konsisten, terlepas dari kualitasnya. Ia bisa membuat perbedaan di dalam pertandingan karena ia sangat cepat dan bertenaga yang mampu mencetak gol dan assist,” tutur Deschamps.

“Dalam usianya, meski sudah banyak membuktikan, ia harus naik ke level selanjutnya. Ia harus menjaga level penampilannya dari pekan ke pekan dan bulan ke bulan.”

Menurutnya, yang justru dikhawatirkan Deschamps dari Martial adalah intensitas bermainnya yang terlalu tinggi bersama klubnya.

“Ia terlalu banyak tampil. Ia satu dari sejumlah pemain yang paling banyak tampil musim lalu dan karenanya ia kurang fit di Piala Eropa,” terang mantan gelandang timnas Perancis itu.

“Ia memiliki kualitas bagus. Saya sudah mengatakan kepadanya sehingga ia harus sadar, namun terkadang ia harus memaksa dirinya lebih keras.”

Menurut Deschamps, satu-satunya musuh utama yang harus ditaklukkan adalah dirinya sendiri.

“Ia harus lebih kuat demi menjaga level penampilannya dalam pertandingan yang cukup panjang,” ungkapnya.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply