Widodo Khawatir Buruknya Kualitas Wasit Berimbas ke Timnas

Widodo Khawatir Buruknya Kualitas Wasit Berimbas ke Timnas

Pelatih Sriwijaya FC, Widodo C Putro, waswas dengan imbas kinerja wasit saat menghadapi Pusamania Borneo FC. Widodo khawatir situasi itu akan terbawa ke tim nasional.

Hasil yang diraih Sriwijaya FC dalam lanjutan kompetisi Torabica soccer Championship yang bergulir di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (27/8/2016) tidak membuat kecewa Widodo, namun ia justru mengkhawatirkan perkembangan timnas sepak bola Indonesia dimasa mendatang. Mantan pemain dan pelatih timnas ini melihat kualitas wasit yang memimpin pertandingan jauh dari harapan.

Wasit yang seharusnya bisa menjaga permainan agar menjadi satu pertandingan yang menarik, kini justru merusak jalanya pertandingan.

“Wasit terlihat tidak bisa menjaga jalanya pertandingan, terbukti ada beberapa pelanggaran keras justru dibiarkan, bahkan kesanya ini bulan pertandingan bola namun pertandingan kungfu,” kata Widodo C Putro usai pertandingan.

“Saat ini saya tidak melihat tujuan dari kompetisi ini, namun saya yakin sebagai pemain profesional semuanya berharap bisa menjadi pemain nasional. Dengan kompetisi seperti ini percuma latihan fisik dan strategi setiap hari kalau ternyata dengan bantuan wasit kemenangan bisa diraih.

“Saya khawatir imbasnya kepada pemain nasional, karena kompetisi seperti ini daya juangnya bisa hilang dan mereka hanya berharap ada bantuan dari wasit di setiap pertandingan.

“Apalagi pada pertandingan kali ini wasit diganti jelang babak kedua, ada apa ini, dan ini akan kami pertanyakan karena wasit masih sehat dan masih bertugas di tepi lapangan. Pemain akan banyak berlajar dari pertandingan ini,” ucap dia.

Sementara itu, Dragan Djukonovic mengatakan bahwa kualitas wasit yang memimpin pertandingan di Indonesia jauh dari harapan. Tidak adanya sanksi bagi para wasit yang sengaja berbuat tidak adil membuat mutu sepak bola Indonesia semakin tidak baik. Pelatih asal Montenegro ini mengaku sejak melatih tim PBFC selalu dirugikan oleh wasit. Dia menilai PBFC selalu bermain melawan 14 orang, selain tim lawan PBFC juga melawan wasit.

“Setiap pekan poin kami selalu dirampok oleh wasit, seperti pertandingan kali ini wasit benar benar merugikan kami,” kata Dragan.

Disinggung aksi protes yang dilakukannya yang berujung pada pergantian wasit, Dragan mengaku bahwa wasit yang memimpin benar benar tidak baik.

PSSI harus merevisi wasit agar kompetisi tidak seperti ini terus, harus ada ganjaran dari PSSI jika ingin pertandingan berlangsung baik.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply