Menpora Tunggu PSSI Ajukan Latihan Timnas di Luar Negeri

Menpora Tunggu PSSI Ajukan Latihan Timnas di Luar Negeri

Pihak Kemenpora RI masih menunggu permohonan PSSI untuk mengajukan pemusatan latihan timnas ke luar negeri. Seperti diterangkan Menpora RI, Imam Nahrawi, PSSI belum mengajukan permohonan pemusatan latihan timnas ke luar negeri kepada Kemenpora.

Sebelumnya Imam pernah memiliki ide untuk memboyong timnas Indonesia melakukan TC ke luar negeri sebelum tampil di Piala AFF 2016. Namun sampai sanksi pembekuan PSSI dicabut, ide tersebut belum juga terwujud.

Piala AFF 2016 sendiri akan dihelat pada November 2016. Kini Indonesia hanya memiliki waktu kurang lebih empat bulan untuk mempersiapkan diri.

“Sampai sekarang belum ada pengajuan dari PSSI ke kami (Kemenpora) soal training camp. Sekarang ketika PSSI sudah kami kembalikan statusnya, mestinya mereka juga menindaklanjati apa yang dilakukan pemerintah. Kecuali urusan ke luar negeri itu urusan pemerintah,” tutur Imam.

“Ini (pemusatan latihan) terkait dengan problem penjenjangan pembinaan sepak bola Indonesia. Jangan sampai nanti ada tumpang tindih antara federasi, swasta, masyarakat, pemerintah, dan sebagainya, sehingga hasilnya tidak terukur,” kata Imam kepada para wartawan di ruang media Kemenpora, Senin (25/7) siang.

Kritik Pembatasan Pemain Timnas

Tak hanya soal TC, Imam pun kembali mengkritik keputusan operator kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC), PT Gelora Trisula Semesta (GTS), terkait pembatasan kuota pemain tim nasional untuk Piala AFF. Sebelumnya, Direktur PT GTS, Joko Driyono, mengatakan bahwa timnas hanya boleh mengambil maksimal dua pemain dari setiap klub.

Hal itu sebagai konsekuensi roda kompetisi TSC tetap bergulir di tengah persiapan tim nasional menuju Piala AFF.

“Apakah dengan dua pemain itu menurut pelatih timnas sendiri sudah cukup? Kalau kami (Kemenpora) berprinsip bahwa siapa pun yang dipanggil timnas untuk kepentingan merah putih, jangan sampai ada yang menghalangi dan membatasi. Tidak bisa, yang menghalangi berarti kepentingannya bukan merah putih lagi,” tegas Imam.

“Pemerintah juga ikut bertanggungjawab terhadap persiapan tim. Ketika pelatih sudah ditunjuk, maka terserah pelatih mau rekrut siapa. Dia pasti punya data semua pemain.”

Seperti diketahui keputusan PT GTS untuk membatasi pemain untuk mengakomodasi kepentingan klub yang masih harus melakoni ISC. Sementara jadwal kompetisi tersebut masih tetap berjalan saat timnas seharusnya memasuki agenda persiapan dan kompetisi Piala AFF 2016, 19 November hingga 17 Desember 2019.

Penentuan jadwal dilakukan sebelum sanksi pembekuan PSSI oleh FIFA dicabut, Mei 2016. ISC juga sejauh ini bergulir bukan di bawah induk sepak bola nasional itu karena sanksi pembekuan tersebut.

GTS memilih kebijakan pembatasan pemain timnas di setiap klub karena mereka menilai sulit untuk mengubah jadwal kembali. Sebab, perubahan jadwal disinyalir bakal melanggar kontrak komersial dengan pemilik hak komersial dan hak siar.

34 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply