Perisic sang Perusak

Perisic sang Perusak

Ivan Perisic tampil jadi bintang buat Kroasia dinihari ini. Sebaliknya buat sang juara bertahan Spanyol, Perisic menjadi seorang perusak.

Perisic adalah perusak buat Spanyol yang sudah lama tak mengenal kata kalah di Piala Eropa. Perisic bukan cuma bikin assist penyama skor di Nouveau Stade de Bordeaux, Rabu (22/6/2016) dinihari WIB, melainkan juga mencetak gol yang membuat Spanyol tertunduk.

Dalam laga tersebut La Furia Roja sejatinya memulai dengan menjanjikan setelah Alvaro Morata sudah menjebol gawang Kroasia ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit.

Akan tetapi, sebelum turun minum Perisic beraksi di sektor kanan pertahanan Spanyol. Menggiring bola di bawah kawalan Juanfran, pemain Inter berusia 27 tahun itu kemudian mengirim operan ke muka gawang untuk dilanjutkan Nikola Kalinic. Skor jadi 1-1.

Setelah Sergio Ramos gagal mengekseksusi penalti untuk Spanyol di menit ke-72, Perisic kemudian memberikan hantaman terakhir. Di menit ke-87, Perisic beraksi lagi dari sisi kiri tapi kali ini menyelesaikan sendiri peluangnya lewat tembakan ke tiang dekat tanpa bisa dicegah Gerard Pique. Gol.

Tak ada lagi gol lain yang tercipta setelah itu sehingga Kroasia pun berjaya dengan skor 2-1 atas Spanyol, sang juara Piala Eropa dua edisi terakhir. Perisic mencetak satu assist dan satu gol dalam kemenangan tersebut.

Perisic, yang juga mencetak satu gol ketika Kroasia berimbang 2-2 dengan Republik Ceko di laga sebelum ini, dicatat BBC sudah terlibat dalam tujuh gol Kroasia di Piala Eropa dan Piala Dunia (empat gol dan tiga assist). Cuma Davor Suker yang pernah terlibat dalam lebih banyak gol untuk Kroasia di turnamen besar (10, dengan rincian sembilan gol dan satu assist).

Sebagai informasi, ini juga merupakan kekalahan Spanyol di Piala Eropa sejak 20 Juni 2004 (atas Portugal), alias yang pertama dalam 14 laga. BBC turut menyatakan baru kali ini Spanyol kalah dalam sebuah laga putaran final Piala Eropa setelah berhasil memimpin lebih dulu.

Perisic kian jadi perusak buat Spanyol dinihari ini karena hasil dalam partai tersebut bikin Morata cs harus puas finis sebagai runner-up Grup D–predikat juara grup disabet Kroasia. Walhasil di babak 16 besar nanti Spanyol pun harus berjumpa dengan salah satu tim yang saat ini juga difavoritkan juara, Italia.

“Kami sudah bicara mengenai Perisic dan betapa berbahaya dirinya dalam serangan balik. Kami kecewa. Perjalanan kami kini terlihat jadi lebih berat tapi Anda tak pernah tahu di mana ada bahaya yang sebenarnya,” kata pelatih Spanyol Vicente Del Bosque di Reuters.

26 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply