Italia Menang, De Rossi Tetap Ingat Sakit Hati 2014

Italia Menang, De Rossi Tetap Ingat Sakit Hati 2014

Gelandang tim nasional Italia, Daniele de Rossi mengingatkan rekan-rekan setimnya agar tidak terbuai kemenangan 2-0 melawan Belgia di Piala Eropa 2016 sehingga lengah pada laga-laga lainnya. De Rossi juga meminta Gli Azzurri belajar pada kesalahan dua tahun lalu di Piala Dunia 2014.

Pada turnamen yang digelar di Brasil itu, Italia memang menang di pertandingan pembuka mereka melawan Inggris, tapi pada akhirnya tersingkir di fase grup. Sakit hati inilah yang tak diinginkan De Rossi terulang lagi.

“Hasil (melawan Belgia) ini tak terlalu mengejutkan,” katanya kepada Rai Sport, setelah pertandingan. “Nama saya didaftarkan ke dalam skuat dan saya masuk ke daftar 23 pemain yang dibawa ke Perancis. Dan meski saya bahagia kami menang, ini hanya satu hasil.”

“Kami harus tetap tenang.”

Di laga selanjutnya Italia akan berhadapan dengan tim nasional Swedia pada 17 Juni sebelum berhadapan dengan Republik Irlandia pada 22 Juni. Jika ada satu hal yang disayangkan De Rossi dari laga melawan Belgia adalah hilangnya status non-unggulan mereka.

“Sayangnya tim-tim akan mulai menakuti kami karena hasil ini, namun kami tak bisa melakukan apapun soal mentalitas itu.”

Italia menekuk Belgia yang berisikan skuat generasi emas yang dihuni pemain-pemain berbakat seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Jan Vertonghen. Padahal, Italia datang dengan tanpa kehadiran para pemain terbaiknya.

Sempat bermain lebih dominan di awal-awal laga, Belgia kemudian tertinggal lebih dahulu lewat gol Emanuele Giaccherini memanfaatkan umpan lambung Bonucci di babak pertama. Belgia kemudian beberapa kali mendapatkan celah menyerang, tapi pada akhirnya gagal membobol gawang Gianluigi Buffon.

Di detik-detik akhir pertandingan, serangan balik Italia kembali membuahkan gol lewan tendangan voli Graziano Pelle yang memanfaatkan umpan silang Antonio Candreva.

Sama seperti De Rossi, Conte pun mengingat hasil buruk Italia di Piala Dunia dua tahun lalu dan meminta kesebelasannya tetap tenang.

“Kami harus senang malam ini, kami juga harus senang besok. Kemudian tim harus bersiap menghadapi Swedia, karena kami punya kenangan buruk yang masih segar dari (Piala Dunia) dua tahun lalu,” ucap Conte.

“Kami bermain bagus melawan Inggris, kami menang dan kemudian kalah. Hasil itu masih membekas di dalam pikiran para pemain, begitu juga suporter kami,” sambungnya.

10 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply