Buntut Kerusuhan Suporter, Prancis Batasi Peredaran Minuman Beralkohol

Buntut Kerusuhan Suporter, Prancis Batasi Peredaran Minuman Beralkohol

Pemerintah Prancis berupaya untuk menekan potensi terulangnya kerusuhan antarsuporter di Piala Eropa 2016. Salah satu caranya adalah dengan membatasi penjualan dan konsumsi minuman beralkohol.

Selama tiga hari penyelenggaraan turnamen, Piala Eropa 2016 diwarnai sejumlah insiden yang melibatkan suporter dan geng lokal Prancis. Di Marseille, suporter Inggris terlibat bentrokan dengan suporter Rusia yang menyebabkan sejumlah toko dan bar rusak.

Insiden juga terjadi di Nice. Sekitar 20 sampai 30 orang pemuda lokal dilaporkan melempari suporter Irlandia Utara dengan botol. Hal ini memicu aksi balasan dari suporter Irlandia Utara.

Sementara itu, di Lille, suporter Jerman dan Ukraina kabarnya terlibat kericuhan. Mereka dilaporkan berkelahi, melempar kursi dan botol.

Menyikapi kejadian-kejadian tersebut, Prancis kemudian mengeluarkan perintah untuk membatasi peredaran alkohol selama Piala Eropa 2016.

“Saya sudah meminta semua langkah-langkah yang diperlukan untuk dilakukan untuk melarang penjualan, konsumsi, serta pengiriman minuman beralkohol di daerah-daerah sensitif pada hari pertandingan dan sehari sebelumnya, dan pada hari-hari ketika fanzone dibuka,” ujar Menteri Dalam Negeri Prancis, Bernard Cazeneuve, seperti dikutip Sky Sports.

“Peristiwa yang terjadi di Marseille kemarin tidak bisa diterima. Tidak bisa diterima oleh otoritas, tidak bisa diterima oleh masyarakat, dan tidak bisa diterima oleh pecinta sepakbola,” kata Cazeneuve.

30 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply