Membangkitkan Kejayaan Tiki-Taka dari Kuburnya

Membangkitkan Kejayaan Tiki-Taka dari Kuburnya

Spanyol mengusung misi khusus di Piala Eropa Perancis 2016. Tak hanya membidik trofi Henry Henry Delaunay, namun La Furia Roja juga memendam hasrat untuk membangkitkan pamor tiki-taka yang sempat menggemparkan jagad sepak bola.

Ya, tiki-taka Spanyol yang kesohor itu sempat menguncang di tiga edisi pesta sepak bola paling populer. Gelar Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012 berhasil disabet Tim Matador.

Spanyol juga tercatat dalam buku sejarah sepak bola dunia sebagai satu-satunya tim yang berhasil meraih tiga trofi secara beruntun. Generasi emas pada sosok Iker Casillas, Xavi Hernandez, Xabi Alonso, dan Andres Iniesta turut andil mempopulerkan filosofi tiki-taka yang memesona itu.

Namun, kejayaan generasi emas tersebut terhenti di Piala Dunia Brasil 2014. Casillas dkk harus angkat koper lebih awal karena tersingkir di babak penyisihan.

Superioritas La Roja pun dianggap pudar. Bagaimana tidak? Tim arahan Vicente Del Bosque itu digilas Belanda 1-5 dan dikalahkan Chile 0-2 di fase penyisihan grup. Dua kekalahan beruntun ini praktis menutup peluang mereka untuk melenggang ke babak selanjutnya.

Kini, Del Bosque berencana membangkitkan kejayaan tiki-taka dari kuburnya di Perancis nanti.

Pengawal Tiki-Taka Terakhir

Gelandang asal Bracelona, Andres Iniesta menjadi pengawal terakhir permainan dengan gaya penguasaan bola yang kuat sepeninggal Xavi dan Alonso yang memilih untuk pensiun dari timnas.

Iniesta kini menjadi sosok paling penting menjaga konsistensi tiki-taka yang mengandalkan penguasaan bola di lini tengah. Pemain jebolan La Masia –Akademi Barcelona– itu harus melupakan kerinduan untuk bermain bersama Xavi dan Alonso di lini tengah La Furia.

Kini, Iniesta harus menyatukan visi dengan pengganti ideal Xavi; Cesc Fabregas. Kinerjanya bakal disokong gelandang pekerja keras Sergio Busquets dengan skema 4-3-3 yang dengan mudah bertransformasi ke 4-2-3-1.

Meski telah menginjak usia 32 tahun, Iniesta masih sangat kompeten untuk mengawal filosofi tiki-taka yang mengandalkan kekuatan penguasaan bola.

Bersama Fabregas dan Busquets, Iniesta bertugas untuk memastikan aliran bola dari lini belakang hingga depan yang dikombinasikan permainan bola-bola pendek dan panjang hingga menembus jantung pertahanan lawan.

Pengalaman dan ketenangan gelandang berpembawaan kalem itu diharapkan menjadi andalan Del Bosque untuk membangkitkan tiki-taka dari kuburannya.

Pengalaman dan ketenangan yang dimiliki Iniesta diharapkan bisa membawa Spanyol menaklukkan tim-tim kuda hitam Grup D seperti Reublik Ceko, Turki, dan Kroasia di Perancis nanti.

49 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply