Membedah Suning, Raksasa China Calon Pemilik Baru Inter Milan

Membedah Suning, Raksasa China Calon Pemilik Baru Inter Milan

Untuk kali kedua dalam tiga tahun terakhir, salah satu kesebelasan paling besar di Italia Internazionale Milan, siap berganti kepemilikan. Grup Perusahaan Perdagangan Suning dari China dikabarkan La Gazzetta dello Sport dan Il Corriere dello Sport telah memasukkan penawaran pembelian saham 70 persen Inter Milan.

Gazzetta juga mengabarkan kesepakatan resmi akan diumumkan pada pekan ini.

Grup Suning adalah salah satu perusahaan perdagangan terbesar di China yang membidik pasar pedesaan dan pinggiran kota. Mereka memiliki lebih dari 1600 toko yang tersebar di lebih dari 700 kota di China.

Pemimpin Grup Suning, Zhang Jindong, mengungkapkan bahwa kemampuan logistik mereka akan meningkat hingga 87 persen di pasar kelas tiga dan empat China.

Pada 23 Mei lalu, perusahaan yang mendistribusikan barang-barang elektronik dan alat rumah tangga tersebut juga menanamkan uang lima miliar Yuan, atau setara Rp10,35 triliun, untuk membuka 1500 toko tambahan dan membangun 10 ribu lokasi agen baru.

Suning menjual 19,9 persen saham mereka kepada perusahaan raksasa China lainnya, Alibaba, pada Agustus 2015 lalu dan mendapatkan suntikan modal senilai 28,3 miliar Yuan, atau setara Rp58,68 Triliun.

Kini keduanya telah mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan perdagangan dalam jaringan (online) lebih jauh lagi di China.

Dengan inti bisnis seperti itu, Suning masuk ke dalam daftar tiga besar perusahaan non-pemerintah terkaya China. Pendapatan per-tahun mereka mencapai US$20 miliar.

Menggabungkan Klub Sepak Bola dan Kantor Agen Pemain

Di dunia sepak bola, Suning telah mulai menanamkan pengaruh mereka dengan memiliki Jiangsu Suning, klub yang bermain di Liga Super China.

Suning juga kini terdepan dalam perebutan untuk membeli Grup Stellar, salah satu perusahaan agen pemain terbesar di dunia yang berbasis di Inggris. Stellar adalah kantor agen yang berada di balik proses transfer tertinggi di dunia ketika Gareth Bale pindah dari Tottenham Hotspur ke Real Madrid dengan harga beli 86 juta pound sterling.

Reuters mengabarkan bahwa Suning kini sedang bertarung dengan dua perusahaan China lainnya, yaitu Evergrande dan Rastar, untuk mendapatkan Stellar.

Pendiri Stellar, Jonathan Barnett, yang juga menjadi salah satu sosok paling berpengaruh dalam dunia transfer pemain, baru-baru ini mengunjungi China untuk bertemu dengan para calon pembeli.

Kesuksesan mendapatkan Stellar akan membuat klub-klub China memiliki akses langsung pada agen-agen para pemain paling tenar di dunia.

Dalam dua bursa transfer terakhir, Liga Super China sendiri mengagetkan dunia dengan kekuatan finansialnya. Pada bursa transfer musim dingin Januari lalu, klub-klub China menggelontorkan lebih dari 100 juta euro untuk mendapatkan pemain-pemain top Eropa.

Total dana yang dikeluarkan Liga Super China untuk membeli pemain di dua bursa transfer mencapai 340 juta euro.

China Mulai Menanamkan Pengaruh di Eropa

Gerak Suning ini menjadi salah satu indikasi lainnya keseriusan China untuk mengembangkan sayap mereka di dunia sepak bola internasional, mengikuti langkah perusahaan-perusahaan Timur Tengah.

Pada Desember lalu, dua perusahaan milik pemerintah China, yaitu China Media Capital (CMC) dan Citic Capital, resmi mendapatkan 13 persen saham Manchester City. Ini adalah pertama kalinya perusahaan China bisa menembus salah satu dari lima klub terkaya di dunia.

Alibaba, perusahaan e-commerce yang dimiliki salah satu hartawan China, Jack Ma, baru-baru ini membeli Guangzhou Evergrande dan menjadikan kesebelasan tersebut pemenang Liga Champions Asia pertamadari China.

Sementara itu 16 klub Spanyol juga dikabarkan telah menerima suntikan dana segar dari China, termasuk di antaranya adalah Atletico Madrid yang disokong perusahaan milik Wang Jianlin, orang terkaya di Asia. Klub Inggris, Aston Villa, juga akan segera dimiliki Tony Xia, pengusaha asal China yang memiliki Grup Recon.

Zhang Jindong, sang pemilik Suning, mengatakan bahwa membeli Inter Milan akan “membantu brand mereka mempenetrasi pasar Eropa.”

“Masuknya Suning ke dunia sepak bola didasarkan pada dua pertimbangan,” kata Jindong, seperti dikutip dari Football Italia.

“Yang pertama adalah sepak bola memiliki banyak penggemar, dan Suning selalu mengevaluasi potensi konsumen lewat pasar potensial. Yang kedua adalah pengembangan sepak bola bisa menciptakan kohesi sosial.”

“Dengan meningkatkannya taraf hidup, saya kira permintaan untuk olahraga dan kultur olahraga akan meningkat secara signifikan di antara para konsumen kami.”

“Karena itu kami sedang mencari strategi baru untuk memasuki pasar tersebut, seperti streaming video atau menjadi pemilik baru klub.”

Selain Inter Milan, AC Milan pun dikabarkan sedang berbicara dengan konsorsium asal China untuk menjual sahamnya.

10 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply