Abbiati: Milan Sudah Berubah

Abbiati: Milan Sudah Berubah

Memperkuat AC Milan selama 15 musim, Christian Abbiati sudah merasakan bermain dengan generasi berbeda-beda. Rossoneri sekarang disebutnya sudah berubah.

Milan mengakhiri musim 2015/2016 kemarin dengan hasil yang mengecewakan, finis di posisi tujuh klasemen. Mereka juga gagal memanfaatkan jalur Coppa Italia untuk lolos ke Liga Europa, usai kalah di final dari Juventus. Alhasil tiket Liga Europa akhirnya didapatkan oleh Sassuolo yang finis keenam di Liga Italia.

Kekalahan di final Coppa Italia sendiri melengkapi hasil buruk mereka di penutupan musim. Pada laga terakhir liga, mereka dihantam AS Roma 1-3 di kandang sendiri.

Abbiati, yang pensiun di akhir musim, menyebut ada sejumlah pemain yang tak menghargai seragam Milan. Ini memperkuat pandangan sang pelatih, Christian Brocchi, yang mengkritik sejumlah pemain termasuk Mario Balotelli karena dinilai kurang bersungguh-sungguh di lapangan.

“Skuat ini sebenarnya bernilai lebih dari sekadar tempat ketujuh. Dengan sikap yang tepat, mereka bisa mengejar kelolosan Liga Champions secepatnya musim depan,” kata Abbiati kepada La Gazzetta dello Sport.

“Brocchi sudah benar ketika dia mengatakan bahwa sejumlah pemain punya sikap kurang baik. Ada empat sampai lima orang yang tidak melakukan apa yang diminta kepada mereka.”

“Dan saya bukan bicara soal kesalahan teknis. Kalau hanya ada satu dari mereka, Anda bisa mengisolasi si pemain dan mengontrolnya. Tapi lima itu terlalu banyak dan segalanya menjadi jauh lebih rumit,” tambahnya seperti dikutip Football Italia.

Bagi Abbiati, secara mentalitas skuat Milan sekarang sungguh berbeda dengan era sebelumnya ketika Demetrio Albertini, Alessandro Costacurta, dan Paolo Maldini masih bermain. Saat itu, seluruh pemain disebutnya benar-benar mengusung tinggi tanggung jawab masing-masing.

“Kalau saya menutup mata dan memikirkan Milan sampai 2011, saya melihat sebuah tim yang berbeda di setiap halnya. Saya memikirkan nilai-nilai yang telah saya serap dari orang-orang seperti Albertini, Costacurta, dan Maldini,” sambungnya.

“Sepanjang karier saya, saya cuma sekali kena denda, karena ketiduran dan datang terlambat. Ini bukan untuk mengatakan bahwa kami saat itu hidup di bawah kediktatoran atau semacamnya, tapi di sesi latihan kami semua berlari seperti kilat.”

“Kalau kami mengalami kekalahan buruk, saya bahkan tidak akan berani memikirkan untuk menunjukkan diri saya di klub. Itu sudah mencapai titik di mana saya bangun pada Senin pagi dan merasa gugup ketika saya melangkah keluar dari rumah,” ujar Abbiati.

23 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply