Lallana soal Jatah Tiket untuk Keluarga dan Tekad Juara Liverpool

Lallana soal Jatah Tiket untuk Keluarga dan Tekad Juara Liverpool

Adam Lallana sudah tidak sabar menantikan final Liga Europa, setelah beberapa bulan lalu mendapat pelajaran berharga dari final lainnya bersama Liverpool.

The Reds akan menghadapi Sevilla pada final Liga Europa di Basel, Kamis (19/5/2016) dinihari WIB. Ini menjadi kesempatan berikutnya buat Lallana untuk meraih trofi, setelah sebelum ini piala terakhirnya diraih semasa masih di Southampton. Ia pun amat antusias menyongsong partai puncak itu, sampai-sampai turun tangan sendiri memastikan keluarganya tak absen di St. Jakob-Park nanti.

“Saya sudah tidak sabar menantikan hari Rabu. Saya sudah selesai mengurusi tiket dan memastikan keluarga saya hadir di sana,” kata Lallana seperti dilansir Guardian.

“Liverpool sebelumnya sudah pernah tampil di final-final besar sebelumnya, tapi buat saya pribadi cuma ada trofi Johnstone’s Paint (Piala Liga Inggris 2009-10) beberapa tahun lalu jadi saya amat menantikan final ini. Itu akan jadi malam spesial,” sebutnya.

Di bulan Februari lalu Liverpool sebenarnya juga berkesempatan juara di ajang Piala Liga Inggris. Tapi asa itu dikandaskan Manchester City, dengan Lallana menjadi salah satu pemain ‘Si Merah’ yang eksekusi penaltinya digagalkan kiper Willy Caballero dalam klimaks pertandingan yang mesti dituntaskan lewat adu tos-tosan tersebut.

Buat Lallana, kenangan akan pertandingan itu tidak sepenuhnya buruk. Kata-kata dari Juergen Klopp selaku manajer rupanya terus ia ingat dan menjadi penyemangat, secara khusus menjelang final pada tengah pekan ini.

“Dalam pertemuan tim sebelum tanding (lawan City) ia mengatakan, ‘Ini akan jadi final pertama yang kita jalani bersama-sama’. Cara ia mengatakannya, pilihan kata-katanya, Anda jadi benar-benar percaya akan ada final-final selanjutnya, tahun ini, tahun depan, atau setelah itu. Tiga bulan berlalu, kami ada di final lainnya,” tutur Lallana.

“Itu bukan keberuntungan. Itu memperlihatkan kepercayaan diri dan keyakinan, dan saya pikir itu sudah menjangkiti seluruh pemain, sadar maupun tidak. ‘Final pertama dari banyak final lainnya’, katanya, dan sedari ia mengatakannya kata-kata itu langsung melekat di benak saya.

“Menang atau tidak di Wembley, saat itu ia bilang kami akan mendapat pengalaman. Kami akhirnya kalah pada hari itu tapi sudah pasti saya mendapat pelajaran dari hal tersebut dan saya yakin para pemain lain juga demikian. Kami akan melakukannya lebih baik lagi dan lebih siap untuk final kali ini,” tegasnya.

35 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply