Panpel Arema Cronus Cari Strategi Baru Atasi Flare

Panpel Arema Cronus Cari Strategi Baru Atasi Flare

Panitia pelaksana (panpel) Arema Cronus kini berusaha mencari cara lain untuk mengantisipasi masuknya flare ke dalam stadion saat tim Singo Edan menjalani laga kandang di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Operator TSC 2016, PT PT Gelora Trisula Semesta (GTS) telah menjatuhkan denda Rp10 juta kepada panpel Arema akibat menyalanya flare pada injury time kala menjamu Persiba Balikpapan beberapa waktu lalu.

Ketua panpel Arema Abdul Haris menyatakan, pihaknya sudah melakukan segala upaya mencegah masuknya flare ke stadion. Namun, mereka mengaku tidak mudah melakukan hal itu, karena suporter biasanya lebih pintar.

Haris mengungkapkan, sebelumnya mereka sudah mengantisipasi flare masuk ke stadion, seperti disimpan di tongkat bendera, melalui selokan stadion, dititipkan pedagang asongan, hingga dilempar dari luar. Kini, panpel tengah mencari modus baru masuknya barang yang dilarang itu.

“Kita sudah melakukan antisipasi di laga kemarin, ada tiga lapis pemeriksaan. Bahkan sebelum pintu masuk stadion pun sudah diperiksa di lapis pertama. Adanya flare ini menjadi koreksi bagi Arema untuk lebih meningkatkan pemeriksaan,” ujar Haris.

“Kita terus mengimbau agar Aremania semua menyadari kondisi ini. Kita membutuhkan bantuan, dan kesadaran teman-teman Aremania, jangan lagi ada flare, petasan hingga kembang api yang menyebabkan Arema mendapatkan hukuman.”

Haris menambahkan, panpel Arema terancam mendapat sanksi lebih berat jika kejadian serupa terulang lagi di masa mendatang.

“Jangan sampai nanti ada hukuman yang menyebabkan Arema rugi, seperti misalnya pengosongan stadion, atau laga tanpa penonton,” tutupnya.

21 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply