Boaz Solossa Berharap Dukungan Fans Tak Luntur

Boaz Solossa Berharap Dukungan Fans Tak Luntur

Kapten Persipura Jayapura Boaz Solossa berharap dukungan fans tidak luntur setelah tim Mutiara Hitam gagal memetik kemenangan dalam dua laga kandang mereka di Torabika Soccer Championship (TSC) 2016.

Setelah diimbangi Persija Jakarta pada laga pembuka, Persipura kemarin hanya mendapatkan satu poin usai ditahan Bali United FC. Boaz menyampaikan permintaan maaf, dan berharap dukungan terhadap Persipura tetap tinggi.

“Hasil ini pasti membuat kecewa pecinta Persipura. Saya atas nama pribadi bersama semua pemain Persipura minta maaf kepada seluruh masyarakat Papua, karena belum bisa berikan yang terbaik sampai pada laga kedua ini. Kami semua sudah berusaha semampu kami untuk bisa menang,” ujar Boaz.

“Harapan saya, hasil ini tidak membuat luntur semangat masyarakat Papua mmendukung Persipura, baik di laga home, maupun laga away. Kita akan perbaiki di laga-laga selanjutnya. Ini menjadi pelajaran berharga, dan kami akan melakukan evaluasi mencari solusinya. Saya serahkan semua kepada pelatih.”

Di laga tersebut, Boaz ditarik keluar pada menit ke-65. Menurut pelatih Jafri Sastra, Boaz terpaksa diganti Osvaldo Haay, karena sang kapten masih belum pulih dari cedera selangkangan.

“Sejak pertandingan pertama menghadapi Persija Jakarta, Boaz sudah merasakan sakit. Namun hari ini [kemarin] kami memaksakan Boaz main. Melihat perkembangan dia yang tidak bisa dipaksakan lagi, sehingga ditarik keluar sebelum terjadi hal yang fatal bagi Boaz,” jelas Jafri.

“Saya sudah rasahkan ini sejak pertandingan perdana, namun dalam latihan ada perkembangan, sehingga saya dimainkan. Tapi karena sakit, saya meminta kepada pelatih untuk diganti,” timpal Boaz.

Sementara itu, mantan kapten Persipura Eduard Ivakdalam menilai tim Mutiara Hitam kehilangan pengatur serangan yang bisa memanjakan striker, kendati memiliki gelandang bagus.

“Persipura saat ini memang mempunyai gelandang yang hebat-hebat, namun belum ada sosok playmaker yang bisa memberi umpan, dan memanjakan striker. Yang ada saat ini, kita lihat lebih banyak bermain umpan terobosan. Sedangkan untuk akurasi umpan tidak ada,” beber Edu, sapaan Eduard.

31 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply