Rio Haryanto Harus Puas Finish di Posisi 4

Rio Haryanto Harus Puas Finish di Posisi 4

Pebalap nasional Rio Haryanto memperoleh tambahan nilai 12, setelah berhasil menempati posisi keempat pada race pertama atau “feature race” seri kedua lomba balap mobil GP2 Series 2015 di Sirkuit Catalunya Barcelona, Spanyol, Sabtu waktu setempat.

Cep Goldia, Media Relation Rio Haryanto dalam surat elektronik yang diterima di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu malam, menyebutkan satu-satunya pebalap Indonesia di ajang GP2 Series ini kembali menunjukkan keahliannya dalam bertarung di lintasan.

Pebalap asal Solo, Jateng, yang mendapat dukungan penuh dari Pertamina ini finis keempat setelah star dari posisi delapan pada lomba yang diikuti 26 pebalap dari berbagai negara di dunia ini.

Dengan tambahan 12 poin ini, Rio Haryanto sudah mengumpulkan poin 45 (sebelumnya pada seri pertama di Bahrain mengumpulkan poin 33) dan berada di posisi kedua di bawah pebalap asal tim ART Grand Prix Stoffel Vandoorne dengan nilai 72 sedangkan ketiga ditempati Alexander Rossi dari tim Racing Engineering dengan total nilai 38.

Berbeda dengan strategi di Bahrain, Rio yang tergabung dalam tim Campos Racing memakai ban option berkompon lunak untuk stint pertama. Meski harus meluncur dari sisi lintasan yang berdebu dan hingga empat mobil berjejer menuju tikungan pertama, Rio dapat naik satu posisi selepas star. Ia sempat berada di posisi ketiga ketika para pembalap di depannya melaksanakan pit stop wajib.

Rio masuk pit pada lap 10 untuk memasamg ban prime berkompon keras. Ia pun harus kembali ke lintasan di tengah-tengah keramaian persaingan. Drag Reduction System (DRS) awalnya tidak bisa befungsi sebagaimana mestinya bagi seluruh peserta. Tanpa DRS, salip-menyalip pun menjadi lebih sulit. Pebalap yang berada di belakang mobil lain dalam jarak 1 detik tidak bisa menambah kecepatan di dua zona aktivasi DRS.

Aksi spektakuler Rio dimulai dengan Rio menyalip rekan setimnya Arthur Pic dari sisi luar tikungan pertama. Rio kemudian menyalip Sergio Canamasas dengan manuver yang mendebarkan, mereka hampir bersenggolan di tikungan 4. Delapan lap menjelang finis, DRS dapat diaktivasi dan semakin memanaskan persaingan. Rio kemudian secara cerdik menyalip Alex Lynn dan Pierre Gasly.

Pebalap berusia 22 tahun ini masih berpeluang menambah poin lagi pada “sprint race” yang dimainkan di tempat yang sama pada Minggu (10/5). Rio Haryanto akan memulai star pada posisi kelima pada race kedua besok.

Rio Haryanto mengatakan pada putaran pertama berjalan cukup baik dimana dirinya naik satu posisi. “Saya masuk pit beberapa lap setelah Vandoorne namun pilihan tersebut membuat saya kehilangan waktu terhadap rombongan posisi teratas,” katanya.

“Tidak berfungsinya DRS di fase awal juga membuat salip-menyalip sulit dan menguntungkan mereka yang melakukan pit stop di fase akhir. Saya rasa jika DRS dapat diaktivasi sejak awal, saya lebih berpeluang finis di podium. Meski demikian, saya cukup senang karena mendapat poin berharga dan siap menatap balapan besok atau Minggu (10/5),” katanya.

39 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply